“Dari awal sampai akhir, aku tetap sabar.”

“Dari awal sampai akhir, aku tetap sabar.”

Tunggu, ini bukan tentang bersabar.

Tulisan ini membahas kata-kata serapan dari bahasa Arab. Coba tunjukkan, mana kata-kata yang berasal dari bahasa Arab pada judul di atas.

Ya, pada judul itu ada kata “awal”, “akhir”, dan “sabar.”

Bahasa Arab bisa masuk ke bahasa Indonesia karena pengaruh agama Islam, perdagangan, dan hubungan budaya yang sudah berlangsung sejak lama.

Masuknya kata-kata Arab ke dalam bahasa Indonesia berkaitan dengan perjalanan sejarah. Ketika agama Islam berkembang di Nusantara, banyak kegiatan belajar, berdagang, dan bergaul menggunakan bahasa Arab. Dari situlah, kata-kata Arab ikut digunakan.

Kata-kata dari bahasa lain yang kita pakai disebut kata serapan. Kata itu seperti sirop yang dituangkan ke dalam air. Awalnya berbeda, tetapi lama-lama menyatu. Kita mungkin tidak lagi menyadarinya, tetapi rasanya sudah menjadi bagian dari kita.

Dalam kegiatan belajar, misalnya, kita sering memakai kata seperti doa, ilmu, dan kitab. Kata-kata ini dekat dengan kegiatan membaca, belajar, dan mencari pengetahuan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga memakai kata tentang waktu. Kita menyebut hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Kita juga sering mengatakan awal dan akhir. Kata-kata ini membantu kita mengatur kegiatan.

Selain itu, ada juga kata-kata yang berkaitan dengan sikap. Misalnya sabar, ikhlas, dan syukur. Kata-kata ini sering kita dengar saat kita diingatkan atau saat kita ingin menenangkan diri.

Tanpa kita sadari, banyak kata dari bahasa Arab sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia. Kata-kata itu tidak terasa asing lagi. Semuanya sudah menyatu dalam cara kita berbicara.

Bahasa kita terus tumbuh karena bertemu dengan banyak bahasa. Setiap kata membawa cerita. Dengan mengenal kata, kita juga belajar mengenal perjalanan manusia.

Sekarang, coba pikirkan.
Adakah kata dari bahasa Arab yang kamu ucapkan hari ini?

Pak Ti’am, Penghuni Pantai Ancol

Pak Ti’am, Penghuni Pantai Ancol

Yuk, Menulis!

(untuk anak)

        Biasanya, kita menulis pengalaman seperti ini:
“Saya datang ke pantai, lalu bermain, lalu makan, lalu pulang.”

        Tidak salah. Tetapi, ada cara lain yang bisa membuat tulisanmu lebih menarik.

        Coba cara ini.

1. Pilih

        Saat pergi ke suatu tempat, perhatikan orang di sekitarmu. Bisa penjual, atau penjaga.

2. Amati

  • Apa yang ia lakukan?
  • Bagaimana penampilannya?
  • Di mana kamu bertemu dengannya?

3. Bertanya

        Kamu bisa bertanya hal sederhana:

  • Sudah berapa lama bekerja di sini?

  • Dari mana asalnya?

  • Apa yang ia lakukan setiap hari?

4. Tulis ceritanya

        Ceritakan hasil percakapan dan pengamatanmu tentang orang itu.

Catatan: Pada saat bertemu orang baru, sebaiknya kamu didampingi orang tuamu.