Boedi Oetomo
by endahws | May 17, 2026 | Cerita untuk Anak

Pernahkah kamu punya ide lalu berpikir, “Ah, ini ide kecil saja.” Mungkin idenya tentang membuat perpustakaan kelas, menanam bunga di sekolah, atau membantu teman yang kesulitan belajar.
Namun, tahukah kamu? Kadang sesuatu yang besar dimulai dari ide yang kecil.
Begitu juga dengan Boedi Oetomo.
Sebelum lanjut, ada yang unik dulu, nih. Nama Boedi Oetomo ditulis dengan cara yang berbeda dari sekarang. Kalau dibaca dengan ejaan sekarang, jadinya Budi Utomo. Dulu bahasa Indonesia memakai ejaan lama. Huruf u sering ditulis oe. Jadi jangan heran kalau menemukan tulisan seperti goeroe, tempo, atau Oetomo.
Nama Boedi Oetomo juga punya arti yang menarik. Kata bodhi berarti pengetahuan atau kebijaksanaan. Kata utomo berarti utama atau mulia. Jadi, Boedi Oetomo kurang lebih berarti berusaha mencapai hal yang baik dan mulia.
Cerita ini dimulai pada tahun 1907.
Saat itu datang seorang kakak alumnus ke sekolah kedokteran STOVIA. Namanya dokter Wahidin Soedirohusodo. Ia mengajak adik-adik kelasnya berpikir tentang sesuatu yang penting. “Bagaimana ya caranya membantu banyak orang?”
Beberapa pelajar mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Salah satunya adalah Soetomo. Ia sangat bersemangat. Setelah Wahidin pulang, ia mengajak teman-temannya berkumpul di Ruang Anatomi.
Di ruangan itu mereka berdiskusi. Mereka bertukar gagasan. Mungkin suasananya ramai. “Bagaimana kalau begini?”. juga “Bagaimana kalau begitu?” Sampai akhirnya muncul sebuah pikiran: “Kita bisa melakukan sesuatu!”
Lalu, pada tanggal 20 Mei 1908, berdirilah Boedi Oetomo. Mereka bergerak untuk pendidikan, kebudayaan, dan kemajuan masyarakat. Mereka tidak membawa pedang. Mereka membawa ilmu. Mereka membawa gagasan.
Ternyata perjalanan mereka tidak selalu mudah.
Kegiatan organisasi membuat Soetomo hampir dikeluarkan dari sekolah. Ada yang khawatir kegiatan itu mengganggu pelajaran. Untungnya Direktur STOVIA membelanya. Soetomo tetap bisa belajar dan berorganisasi.
Lama-kelamaan, Boedi Oetomo semakin besar. Semakin banyak orang bergabung. Anggotanya mencapai sekitar 10.000 orang. Sampai sekarang, tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Nah, sekarang giliranmu berpikir. Kalau kamu membuat organisasi di sekolah, apa namanya? Dan apa yang ingin kamu lakukan untuk membantu orang lain? Siapa tahu, ide kecilmu hari ini bisa menjadi perubahan besar di masa depan.