Pernahkah kamu pergi ke Bogor? Kota ini sering dijuluki Kota Hujan. Di sana ada Kebun Raya, jalan-jalan yang ramai, dan banyak pohon besar.
Tahukah kamu? Jauh sebelum ada mobil, mal, atau kereta, Bogor sudah memiliki cerita yang sangat panjang.
Sekitar 500 tahun yang lalu, ada seorang raja terkenal bernama Sri Baduga Maharaja. Ia adalah raja Kerajaan Pajajaran. Hari penobatannya, yaitu tanggal 3 Juni 1482, kemudian dipakai sebagai hari jadi Bogor.
Namun, cerita Bogor ternyata lebih tua lagi.
Jauh sebelum masa Pajajaran, wilayah itu termasuk daerah Kerajaan Tarumanagara. Kerajaan ini sangat luas dan mengikuti aliran sungai-sungai besar. Salah satu rajanya yang terkenal adalah Raja Purnawarman.
Di daerah Ciaruteun ditemukan tapak kaki yang dikaitkan dengan Raja Purnawarman. Tentu itu bukan berarti sang raja benar-benar menginjak batu lunak seperti tanah liat. Tapak kaki itu dibuat sebagai lambang kekuatan seorang pemimpin.
Waktu terus berjalan.
Kerajaan berganti kerajaan. Pajajaran kemudian runtuh. Sesudah itu datang masa perdagangan, perkebunan, dan pemerintahan Belanda. Pada masa inilah Kebun Raya Bogor didirikan dan menjadi salah satu tempat penting di kota itu.
Lalu Indonesia merdeka.
Kini Bogor dikenal sebagai kota pendidikan, penelitian, dan wisata. Banyak orang datang ke sana untuk belajar, berjalan-jalan, atau menikmati suasana kota.
Kadang-kadang saat melihat sebuah kota, kita hanya melihat jalan, rumah, dan pohon. Padahal, di bawah langkah kaki kita mungkin tersimpan jejak cerita dari ratusan tahun yang lalu.