Jejak Si Pitung di Marunda
by endahws | Jun 19, 2026 | Sejarah untuk Anak

Nama Si Pitung sudah lama hidup dalam cerita rakyat Betawi. Banyak orang mengenangnya sebagai sosok yang berani membela rakyat kecil dan melawan ketidakadilan. Kisah-kisah tentang dirinya diceritakan dari generasi ke generasi hingga sekarang.
YUk, berkunjung ke Rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara. Dari luar, tempat itu tampak seperti kawasan museum. Sebuah gerbang besar menyambut pengunjung. Setelah melewati gerbang, terlihat sebuah rumah panggung kayu yang berdiri kokoh. Rumah itu ditopang oleh banyak tiang dan memiliki tangga di bagian depan.
Meski dikenal sebagai Rumah Si Pitung, rumah itu sebenarnya bukan milik Si Pitung. Rumah tersebut milik seorang saudagar Bugis bernama H. Saifuddin. Namun, rumah itu kemudian dikaitkan dengan berbagai cerita tentang Si Pitung.
Menurut salah satu cerita yang berkembang di masyarakat, rumah itu pernah menjadi tempat persembunyian Si Pitung ketika ia dikejar oleh Belanda. Karena itulah, rumah tersebut dikenal luas sebagai Rumah Si Pitung.
Apakah cerita itu benar?
Tidak ada yang tahu dengan pasti. Seperti banyak cerita rakyat lainnya, kisah tentang Si Pitung memiliki berbagai versi. Namun, hal itu tidak mengurangi pentingnya rumah ini. Rumah tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat Betawi telah lama mengenang Si Pitung sebagai tokoh yang berani.
Saat memasuki museum, kita bisa melihat berbagai benda yang digunakan masyarakat Betawi pada masa lalu. Ada peralatan rumah tangga, perlengkapan sehari-hari, dan berbagai koleksi yang membantu kita membayangkan kehidupan warga Batavia pada akhir abad ke-19.
Pada masa itu, Batavia masih berada di bawah pemerintahan Belanda. Banyak masyarakat hidup sederhana di kampung-kampung pinggir kota. Dalam cerita rakyat Betawi, Si Pitung dikenal sebagai sosok yang berpihak kepada rakyat kecil. Karena itulah ia sering disebut sebagai jagoan rakyat.
Dari kunjungan ke sana, kita tidak hanya belajar tentang sebuah rumah tua. Kita juga bisa belajar bahwa keberanian dapat dikenang sangat lama. Bahkan setelah ratusan tahun berlalu, orang masih menceritakan kisah tentang seseorang yang dianggap berani membela yang lemah.
Hari ini, kita mungkin tidak perlu bersembunyi dari kejaran siapa pun seperti dalam cerita Si Pitung. Namun, kita tetap bisa meneladani keberaniannya. Misalnya dengan berani berkata jujur, berani membantu teman yang kesulitan, dan berani membela orang yang diperlakukan tidak adil.
Itulah jejak Si Pitung yang masih dapat kita temukan hingga sekarang.