
Pernahkah kamu membayangkan rumah tempat seorang tokoh besar lahir?
Di Surabaya, Jawa Timur, ada sebuah rumah sederhana di Jalan Pandean IV, Peneleh. Rumah itu tidak besar. Namun, rumah itu menyimpan cerita yang sangat penting. Di sanalah Koesno lahir. Koesno adalah nama kecil Bung Karno, presiden pertama Indonesia.
Sebelum Koesno lahir, ayahnya bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Ia seorang guru. Suatu hari, Soekeni mendapat tugas mengajar di Buleleng, Bali.
Di Bali, Soekeni bertemu dengan seorang gadis bernama Nyoman Rai Srimben. Mereka saling menyukai. Kemudian mereka menikah dan membangun keluarga kecil.
Anak pertama mereka lahir di Bali. Namanya Raden Soekarmini.
Beberapa tahun kemudian, Soekeni mendapat tugas baru di Surabaya. Keluarga itu menyewa rumah di daerah Peneleh.
Pada tanggal 6 Juni 1901, lahirlah seorang bayi laki-laki. Bayi itu diberi nama Koesno. Ada cerita menarik tentang kelahirannya. Ibunya menyebut Koesno sebagai “putra sang fajar”, karena ia lahir saat fajar mulai menyingsing.
Koesno kecil tidak selalu tinggal di satu tempat. Ia sering berpindah kota mengikuti tugas ayahnya. Ketika sudah remaja, ia kembali ke Surabaya. Namun, ia tidak tinggal di rumah kelahirannya. Ia tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto.
Ada hal menarik lainnya. Saat berusia sebelas tahun, Koesno sering sakit-sakitan. Menurut kepercayaan Jawa pada masa itu, anak yang sering sakit kadang diberi nama baru.
Koesno pun berganti nama. Namanya menjadi Soekarno. Kelak, Soekarno tumbuh menjadi tokoh penting bangsa Indonesia.
Tokoh besar pun pernah menjadi bayi kecil yang tinggal di rumah sederhana.
Dan semua perjalanan besar selalu dimulai dari langkah pertama.
Yuk, ngobrol!
Tahukah kamu cerita saat kamu lahir?
Siapa yang memilih namamu?
Apakah ada cerita menarik tentang dirimu?