30DWC

#35 – Squad 6

Bismillah. Saya mengikuti 30DWC dengan tujuan untuk menulis draf teenbio Gajah Mada. 

Saya sudah menulis #1-#10 sebagai cerita berurutan.  

Pada bagian ini saya akan menulis refleksi saya tentang proses penulisan. Refleksi adalah bagian yang berharga dari sebuah proses karena kita bisa belajar banyak dari yang sudah kita jalani. 

#13

Senin. 28 Februari 2022

Bacaan untuk Penulisan Gajah Mada

Jurnal #3

)Ini buku-buku yang saya pakai untuk penulisan Gajah Mada.

Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara 

(Muhammad Yamin, Jakarta: Balai Pustaka, 1986, Cetakan ke-10)

Ini adalah buku klasik tentang Gajah Mada. Ditulis pertama kali pada tahun 1945. Kelak buku ini menjadi perdebatan tentang siapa sebenarnya Gajah Mada, dan belum ada jawaban hingga saat ini.

Buku ini mengupas tentang hidup Gajah Mada dari lahir hingga wafat tahun 1364, juga tentang naik turunnya Majapahit dari zaman Raden Wijaya hingga setelah Gajah Mada wafat.

 

Gajah Mada, Biografi Politik

(Agus Aris Munandar, Jakarta: Komunitas Bambu, 2010)

Buku ini terbit 50 tahun setelah buku Muhammad Yamin. Kajian ini menawarkan tafsiran baru tentang tokoh Gajah Mada: jati dirinya, perannya di istana, penyebaran kekuasaan Majapahit. Kehidupan keagamaan, dan tragedi Bubat. Seperti halnya semua penulisan Gajah Mada, merupakan hasil tafsiran atas prasasti, benda arkeologis dan karya sastra.

Karena penulis adalah lulusan Fakultas Sastra UI jurusan arkeologi dan kemudian menjadi dosen di almamaternya hingga menjadi guru besar, buku ini mendapat “restu” dari Ketua Departemen Arkeilogi Fakultas Ilmu Budaya Ilmu. Ada kata sambutan yang menunjukkan bahwa tafsiran Agus bisa jadi bahan kajian, walaupun bukab sebuah kebenaran.

 

Tidak ada Kanal di Majapahit

(Agus Aris Munandar, Jakarta: Wedatama Widya Sastra, 2013)

Adanya kolam segaran dan jalur-jalur rendah di Trowulan kerap diinterpretasikan sebagai kanal. Menurut Agus Aris Munandar, guru besar arkeologi di Fakultas Ilmu Budaya UI, tafsiran itu tidak benar. Buku ini menarik bagi peminat Trowulan/Majapahit. Kita akan dibukakan pada sebuah tafsiran tentang kondisi tafsiran pada abad ke-14.

 

Pararaton

(Pitono Hardjowardojo, Malang: Bhratara, 1965)

 Buku kuno dengan kertas berwarna abu-abu dan ditulis dalam ejaan lama. Buku ini nerupakan terjemahan dari buku Pararaton karya Empu Prapanca yang memakai Bahasa Jawa kuno. Buku ini berkisah tentang raja-raja dari masa Ken Angrok hingga sesudah Hayam Wuruk.

 

Menuju Puncak Kemegahan (Sejarah Kerajaan Majapahit)

(Slamet Muljana, Yogyakarta: LKiS, 2012. Cetakan ke-5)

Di dalam buku ini kit akan membaca tentang Prapanca dan karyanya, Nagarakretagam, yang jadi acuan penulisan tentang Majapahit saat ini. Di dalam buku itu juga ada susunan pemerintahan Majapahit.

Slamet Muljana (1921-1986) adalah guru besar arkeologi dari Universitas Gajah Mada.

 

Nagara Kretagama

(Slamet Muljana, Yogyakarta: LKiS, 2011. Cetakan ke-5)

Nagara Kretagama terdiri dari 98 pupuh. Pupuh 1 sampai 7 menguraikan raja dan keluarganya. Pupuh 7 sampai 16 menguraikan kota dan wilayah Majapahit. Pupuh 17 sampai 39 tentang perjalanan perjalanan keliling Lumajang. Pupuh 4- sampai 49 tentang silsilah raja Hayam Wuruk. Pupuh selanjutnya tentang perjalanan Hayam Wuruk.

Jadi, kalau mau menulis tentan Majapahit, mengaculah pada buku ini, yang merupakan terjelahan dari Bahasa Jawa kuno.

 

 

× Hubungi saya