Win Meong dari Semarang

dari Semarang

Win

Win Meong – Saya menemukan hal menarik di area Kota Lama Semarang dalam kunjungan bulan November 2021.

Seorang perempuan mungil dan menawarkan jasa pemandu wisata. Dia berkacamata, rambut diikat, dan memakai kaos berlengan panjang serta celana jeans. Teman-teman saya langsung pergi ketika Win mendekat.

Bisa dipahami, bagi orang Jakarta, kehadiran orang tak dikenal tidaklah membuat nyaman. Lagi pula, buat apalah penjelasan pemandu wisata karena kami bisa membaca tentang Kota Lama di internet.

Tawaran memotretkan pun kurang seksi bagi rombongan kami. Kami bisa bergantian memotret, dan bisa foto wefie dengan adanya fitur penghitungan waktu di ponsel. Sebagian di antara kami juga belajar fotografi, dan punya HP dengan kamera sangat baik.

 

 

Sepertinya, dia bukan pemandu biasa

Namun, entah kenapa ada sesuatu yang menarik pada Win. Saya berbisik kepada Agung, anggota rombongan yang tengah mengamati Gereja Blenduk, untuk menerima tawarannya. “Kita tolong penduduk lokal, yuk,” kata saya.

Agung, yang berprofesi sebagai pendeta, mengangguk. Kami pun mengiyakan tawaran Win. Proyek pertama yang ditawarkan Win adalah memotret Agung di depan Gereja Blenduk.

Win mengarahkan kameranya agak ke atas sehingga kubah gereja terlihat. Win memperlihatkan bahwa dia seorang pemotret yang jeli.

Dia tahu angle yang baik di berbagai sudut di kota lama. “Kaki kiri ke depan, tangan kanan ke atas dan jangan lihat kamera,” katanya ketika memotret saya dengan latar akar menempel bangunan lama.

 

Teman-teman saya pun jatuh hati kepada Win. Mereka bergantian meminta Win memotretkan.

Di lorong rumah akar, di depan Restoran Spiegel, dan di dalam kafe Hero, apakah itu indoor atau outdoor, Win bisa menghasilkan foto dengan angle yang baik.

Untuk menghasilkan efek rustic malah kadang fotonya dia set menjadi hitam putih. Kami pun punya banyak foto bersama dengan lengkap.

“Berbaris di sini. Baju merah jangan dekat yang merah, nanti baur. Pura-pura jalan,” kata Win. Atau dalam kesempatan lain, dia membuatkan video slomo.

Win bisa mengambil hati keenam tamu kotanya. Dia santun, dan tidak banyak bicara. Malah dia tidak menjelaskan soal sejarah area itu karena kami lebih ingin berfoto di sana.

Jadi siapakah Win Meong? Baca kelanjutannya di Win Meong dan Sisi Baik Kota Lama Semarang (detik.com)

 

 

Baca juga petualangan saya yang lain: Jakarta-Denpasar dengan bus 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

55 − = 54

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

× Hubungi saya