N-E

Terry Tempest William – Refuge

 

 

 

Terry Tempest William – Refuge – 224 pages – Digital – 2018 – Vintage Books

Penulis adalah kurator pendidikan di Utah Museum sekaligus seorang pengamat lingkungan hidup. Terry telah menulis sejumlah buku, dan mendapat penghargaan untuk tulisannya. 

{

Apa isi bukunya?

Saya mengetahui buku Refuge dari buku Philip Gerard, Creative Nonfiction. Pujian yang diberikan Gerard membuat saya ingin membaca buku itu.  

Saya pun mencarinya di beberapa marketplace. Namun semua toko hanya menerima preorder, yang berarti perlu waktu berminggu. Karena tidak sabar untuk membaca, saya membeli versi digital di Google Playbook.

Terry Twmpest Willaiam

Great Salt Lake & Kanker

Terry tinggal di kota Emigration Canyon, dekat sebuah danau besar bernama Great Salt Lake, di negara bagian Utah. Kalau kita membuka peta Amerika Serikat tempatnya hampir ke Barat. 

Salt lake City, ibu kota Utah, seperti halnya kota-kota besar di Amerika Serikat, merupakan kota modern dengan gedung-gedung tinggi. Namun uniknya, wilayah itu mempertemukan kota dengan hutan, dan jalan raya dengan pesisir. 

Pada bagian awal, dengan panjang lebar Terry bercerita tentang lingkungan tempat kelahirannya. Dia pun kenal dengan hewan-hewan di sana, terutama burung hantu.

Hal yang aneh di lingkungan itu adalah tingginya angka penyandang kanker payudara.  Ibu Terry, Diane, pun menderita kanker dan menjalani  kemoterapi. 

 

 

Great Salt Lake

Peta Great Salt Lake diambil dari bing.com

Kemudahan yang Berdampak

Terry bercerita tentang Lucin Cutoff yang membagi danau menjadi dua bagian. Jembatan itu mempermudah mobilitas manusia tapi berdampak bagi kehidupan makhluk hidup yang lain. Hewan di bagian utara jembatan menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan di sebelah selatan karena debit air dari pegunungan menjadi lebih sedikit. Kondisi itu juga berpengaruh pada kehadiran burung-burung.

Masalahnya juga, danau itu ada kecenderungan makin tenggelam. Ada masa jembatan itu terbenam, seperti juga sebuah pulau bernama Antelope Island. Terry menganalogikan hal itu dengan tubuh ibunya yang makin tenggelam dalam pengobatan kanker.

Diane punya teman yang menyandang kanker otak. Dengan Tamra Crocker Pulfer, temannya itu, Diane saling berkirim surat untuk menguatkan.

Terry menyadari ikatan dua orang melalui surat, namun dia merasa ikatannya dengan bumi tidak dapat sekuat itu karena bumi sudah terlalu tersakiti.

Tamra mengirim surat balasan, yang merupakan surat terakhir sebelum dia meninggal. Terry merasa pilu dan makin takut kehilangan ibunya.

Terry pun menjalani operasi kista di payudaranya. Dia menduga bahwa dia akan mengikuti jejak ibunya.

Tidak ada yang pasti dalam hidup, seperti halnya seeokor burung yang ikut rombongan burung lain datang ke wilayah itu.

Atau banjir di danau yang ternyata disukai oleh burung pelican.

 

 

Terry Tempest William

Peta Great Salt Lake dengan jembatan Lucin Cutoff, diambil dari Google Map.

Renungan Terry

Ibu Terry akhirnya wafat. Dalam duka mendalam Terry berkontemplasi tentang riwayat kanker di keluarganya.

Ketika kecil dia pernah mendengar ledakan uji coba bom. Terry menduga bahan kimia dari ledakan itu berdampak pada kesehatan penduduk di area itu.  Pemerintah sendiri tidak menghentikan uji coba bom sekalipun tahu dampaknya bagi manusia.

“It was at this moment that I realized the deceit I had been living under,”  tulisnya.

 

Terry Tempest William
{

Kesan Saya

 Buku ini bercerita tentang lingkungan hidup dan penyintas kanker, dua topik yang saya minati. Dengan adanya isu lingkungan hidup, uraian penyintas kanker bukan tentang kesedihan dan kesehatan, tetapi ditarik ke isu yang lebih global; bahwa ketidakseimbangan alam dapat menyebabkan masalah negatif pada kesehatan penduduknya. 

Deskripsi lokasi sangat detail, sehingga saya bisa merasakan dinginnya tempat tersebut, keunikan Salt Lake City yang mempertemukan hutan dan kota, serta jalan raya dengan pantai, kadar garam yang tinggi sehingga tidak bisa diminum. Juga melihat hewan-hewan khas yang ada di sana. Misalnya, burung hantu. 

Perlu bantuan peta untuk bisa memahami tempat-tempat yang disebutkan. Perlu juga rajin bertanya Mbah Gugel tentang kebijakan pemerintah setempat, dan proyek-proyek pemerintah di sana. Tapi data di internet lebih dari cukup untuk memahami situasi setempat. 

Saya salut pada Terry yang tidak cuma meratapi nasib, tetapi melakukan riset pada keluarga penyandang kanker. Pada akhirnya dia membuat hipotesis bahwa penyebab kanker di sana adalah bahan kimia dari ledakan bom.

 

 

Referensi Narasi yang Lain

Web Narasi N-EWS

Menulis Narasi dengan Renyah & Lincah

 

Pengisi Konten: Endah WS

Page Builder: Divi/Elegant Themes

Layout Pack: Writer

Font: Cutive Mono (Heading)/Ubuntu (Body Text)

 

 

N-EWS

× Hubungi saya