Sajadah Sulam

Sajadah Sulam

Sajadah Sulam

10

MARET, 2023

Astronomy
Life
Society
Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet. Quisque rutrum. Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi.
I’m an Image Caption ready-to-use.
Photograph by Lorem Ipsum via Unsplash
In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet. Quisque rutrum. Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus.
“I’m a custom quote Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis leo fringilla mauris sit amet nibh”
Aenean imperdiet. Etiam ultricies nisi vel augue. Curabitur ullamcorper ultricies nisi. Nam eget dui. Etiam rhoncus. Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus. Donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus. Nullam quis ante. Etiam sit amet orci eget eros faucibus tincidunt. Duis leo. Sed fringilla mauris sit amet nibh.
I’m Another Standard Image Caption.
Photograph by Lorem Ipsum via Unsplash
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel. Aliquet nec, vulputate eget, arcu. In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae. I’m a Standard Link. Justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi.

Maecenas tempus, tellus eget condimentum rhoncus, sem quam semper libero, sit amet adipiscing sem neque sed ipsum. Nam quam nunc, blandit vel, luctus pulvinar, hendrerit id, lorem. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus. Donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus. Nullam quis ante. Etiam sit amet orci eget eros faucibus tincidunt. Duis leo. Sed fringilla mauris sit amet nibh. Donec sodales sagittis magna. Sed consequat, leo eget bibendum sodales, augue velit cursus nunc,

Want new articles before they get published?
Subscribe to our Awesome Newsletter.

I Scream … Ice Cream!

N.E

I Scream… Ice Cream…!

I scream ice cream – adalah judul lagu jazz yang popuer di tahun ’20-an. Judul lengkapnya I Scream, You Scream, We All Scream for Ice Cream.   

Lagu gembira ini banyak dibuat cover oleh penyanyi-penyanyi, dan dalam perkembangannya menjadi lagu anak.

Lagunya ceria, seceria orang yang menikmati es krim. Yuk kita lihat asal-usul es krim.

Asal-Usul Es Krim

Coba tebak dari mana asal es krim? Mungkin kalau melihat bahasa-bahasa yang memiliki kata untuk benda berwujud beku ini, ada yang menebak bahwa es krim dari Barat. Ice cream (Inggris), gelato (Italia)

Es Krim Tropic

Kami hampir terlewat saat mencari restoran Tropical. Nama restorannya tidak ditulis pada  beranda luar yang terbaca dari jalan, seperti toko-toko lain.  Namun plang semu Es Krim Tropic ada di sepanjang jalan itu: semua orang yang kami tanya dengan sigap mengarahkan kami ke sana.

Nah itu dia plang Tropic Ice Cream Palace pada dinding kaca. Di teras ada dua pot besar tanaman dracaena massangeana atau yang disebut dengan Chinese Tree Money atau happy plant. Di bagian dalam pun tanaman ini ada lagi. Ya, mungkin ada maksud khusus dari pemilik restoran untuk menempatkan tanaman ini di sana.

Kesan pertama memasuki ruangan itu adalah: Wow spacious. Kalau kakek nenek pemburu nostalgia ini membawa cucu-cucu, pasti mereka akan gembira berlarian di ruangan itu. Ukuran ruangannya kira-kira 10 x 15 meter, memanjang ke dalam, dan jarak antarkelompok meja sekitar 2 meter. 

Es Krim Tropic
Es Krim Tropic

Foto: EWS.

Kiranti Tumbuh Ceria

Kiranti tak pernah mendelik di sudut ruangan. Memang ada kalanya dia menunjukkan wajah tak nyaman. Tapi karena Kiranti ekspresif, kami segera dapat melakukan tindakan.

Kiranti dapat mengontrol emosi, kecuali di seputaran hari-hari haidnya. Kalau dulu dia uring-uringan di sekolah lama, itu hanya karena komunikasi yang tidak klop. Kiranti tidak dapat menyatakan isi hatinya, dan para guru itu tidak paham. Ya, mereka bekerja dengan kurikulum dan sistem yang tidak ditujukan untuknya.

Kami pun memakai kurikulum dasar yang terlalu sulit bagi Kiranti ketika sudah sampai ke hal abstrak. Akan tetapi kami bisa “ngulik” sehingga dia paham tatabahasa dasar, matematika dasar, dan lingkungan sosial. Untuk hal terakhir ini, Kiranti adalah bintangnya. Bila ada teman sekelas berulang tahun, dia menulis ucapan di papan tulis. Dia juga membuat gambar-gambar untuk guru-guru yang membuat mereka tersanjung.

Sayangnya, Bunda tidak pernah tahu ketika Kiranti mulai naksir-naksiran dengan kakak kelas. Kenapa?

Baca kelanjutannya di sini. 

Narasi Pendidikan yang Lain

Surat untuk Hening

Surat untuk Hening

Surat untuk Hening adalah surat seorang pendidik terhadap seorang ABK yang menjadi pusat perhatian ibunya sehingga adiknya terabaikan.

read more

Web Narasi N.EWS

Menulis Narasi dengan Renyah & Lincah

 

Pengisi Konten: Endah WS

Page Builder: Divi/Elegant Themes

Layout Pack: Writer

Font: Cutive Mono (Heading)/Ubuntu (Body Text)

 

 

N.EWS

[Travel] Memasuki Kota Demak, Saya pun Bersenandung ‘Lir Ilir’

8 Langkah Ngebolang Jakarta-Denpasar

Naik Bus

ml

Saat menerima undangan pernikahan di Bali, saya mendapat ide untuk melakukan perjalanan naik bus Jakarta-Denpasar. Banyak yang terkejut dengan ide ini, dan menganggap saya aneh. Alhamdulillah suami saya mendukung, sekalipun saya akan melakukan solo journey. Kami sering melakukan perjalanan darat ke berbagai kota dengan mobil sendiri di Pulau Jawa, jadi suami saya ikhlas melepas saya karena dapat memperkirakan situasi jalan.

Ternyata perjalanan sepanjang 1.200 km itu tidak seperti yang saya dan suami saya bayangkan. Yah, namanya bertualang atau ngebolang, banyak kejutan yang saya dapatkan. Dengan pengalaman yang sudah saya dapatkan, saya merasa punya “modal pengetahuan” untuk jalan-jalan lewat darat.

Saya pun merangkum ilmu baru itu menjadi delapan langkah berpetualang dengan bahagia.

 

Langkah 1: Mempelajari Situasi

Langkah pertama yang saya lakukan adalah melihat reviu busmania di Youtube. Ada banyak reviu tentang bus kota Jakarta-Denpasar. Saya memperhatikan situasi di terminal keberangkatan, kebersihan bus, kenyamanan kursi, dan karakter pengemudi. Semua pemberi reviu memberikan informasi positif tentang keempat hal di atas. Ini membuat saya semakin bersemangat untuk bepergian dengan bus ke Denpasar.

Langkah 2: Membeli Tiket

Ada berbagai cara untuk membeli tiket bus. Bisa ke agen tiket bus, atau ke website perusahaan bus kota atau web penjualan tiket, seperti  easybook.com. Bisa juga membeli  melalui aplikasi.

Pilihan saya adalah yang terakhir, karena saya cukup familiar dengan Traveloka. Pada aplikasi Traveloka kita cukup mengklik ikon “bus & shuttle“, lalu memilih hari dan tanggal. Setelah mengklik, kita akan mendapatkan data tentang bus, terminal keberangkatan dan terminal kedatangan serta harga. Oh ya ada juga reviu tentang bus.

Saya memilih bus X yang berangkat pukul 12.30 dari Pulo Gebang dan tiba di Denpasar pukul 11.30 keesokan harinya. Dengan berangkat dan tiba di tengah hari, saya berharap menikmati banyak pemandangan kota-kota di Pulau Jawa.

Mengapa saya memilih Pulo Gebang? Jujur saya kepincut dengan reviu di Youtube yang menunjukkan Pulo Gebang itu semewah bandara. Wow … padahal di ingatan saya Pulo Gebang itu adalah tempat penimbunan sampah. Suami saya pun setuju untuk memilih Pulo Gebang. Karena lokasinya paling Timur daripada terminal-terminal lain, potensi kemacetan akan berkurang.

Langkah 3: Melengkapi Persyaratan Dokumen

Sebelum berangkat, kita perlu mempelajari syarat vaksin. Bila sudah melakukan vaksin booster, penumpang sudah memenuhi syarat bepergian. Bila baru menjalani Vaksin II atau vaksin I, perlu membawa surat pemeriksaan Antigen. Karena saya baru menjalani Vaksin II, saya pun ke klinik dekat rumah untuk pemeriksaan Antigen. Alhamdulillah hasilnya negatif.

Beberapa penumpang tidak membaca persyaratan ini, sehingga begitu tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mereka pun digiring ke sebuah klinik untuk menjalani vaksin Antigen. Biaya pemeriksaan di klinik pelabuhan hanya Rp40.000, jadi lebih murah daripada di Jakarta. Sekalipun demikian ada penumpang yang tidak siap uang, KTP, maupun data internet.

Di dalam perjalanan kita akan diminta menunjukkan KTP asli. Setelah menukar e-ticket dengan tiket kertas, kita akan memasuki checkpoint. Seorang petugas Dishub akan mengecek kecocokan data di tiket dengan data KTP.

KTP juga perlu kita tunjukkan lagi saat vaksin Antigen (bagi yang belum booster), dan saat melewati dua checkpoint di pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Langkah 4: Menjaga Kesehatan

Sebelum menempuh perjalanan dengan bus kota, menjaga kesehatan adalah syarat utama. Kalau kita tidak sehat, maka kenikmatan perjalanan pasti akan terganggu.

Persiapan fisik saya lakukan seminggu sebelum perjalanan. Memang sih, kalau lebih panjang persiapannya akan lebih baik. Berhubung keputusan untuk naik bus ini datang hanya seminggu sebelum keberangkatan, saya pun melakukan  persiapan begitu tiket dipesan.

Hal-hal yang saya lakukan adalah

  • Berjalan kaki ke tempat kerja

Berhubung tempat kerja saya hanya berjarak 700 meter dari rumah, saya pun “mencari keringat” dengan berjalan kaki berangkat dari rumah ke tempat kerja, atau sebaliknya, dari tempat kerja ke rumah. Saya bukan orang yang taat berolahraga. Biasanya, ada saja alasan untuk naik kendaraan karena banyak berkas atau perlengkapan yang dibawa.

Mungkin pembaca ada yang berkomentar, “Lah, kalau jarak kantor saya berkilo-kilo meter bagaimana? Masa disuruh jalan kaki?” Sabaar … dicari cara sajalah untuk melatih otot-otot tubuh. Jangan menjadi victim dari keadaan kalau ingin sehat.

  •  Minum vitamin

Vitamin diperlukan untuk menambah imunitas. Ada kenalan yang suntik vitamin C sebelum perjalanan Jakarta-Bali dengan moda bus. Waduh, kalau saya lebih baik minum vitamin saja deh. Kebetulan saya memang minum vitamin D dan B Kompleks secara rutin untuk imunitas.

  • Menjaga pola tidur

Nah ini. Seperti biasa, kalau akan pergi lama, aka nada banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan segera. Mau tidak mau ini mengganggu waktu tidur saya. Saya tetapkan untuk tidur cepat dan bangun pagi-pagi sebelum subuh untuk mengejar deadline.

Langkah 5: Menyimpan Peralatan Mandi di Tas Kecil

Perjalanan Jakarta-Denpasar memerlukan waktu minimal 17 jam (seperti tertera di tiket). Kenyataannya, waktu tempuh menjadi 30 jam, dan ada waktu empat jam untuk menunggu bus datang. Total 34 jam perjalanan yang kita habiskan.

Dalam rentang waktu sepanjang itu, pada kondisi normal, orang yang beragama Islam melaksanakan delapan kali salat. Namun karena ada kemudahan bagi musafir (orang yang melakukan perjalanan), kita bisa melakukan jama sehingga hanya ada empat kali salat yang kita lakukan (zuhur-ashar, magrib-Isya, subuh, zuhur-ashar). Agar kita bisa beribadah dengan baik, kita perlu menjaga kebersihan tubuh dan pakaian.

Dalam perjalanan ke Denpasar itu, saya melihat teman-teman seperjalanan yang berjilbab hanya duduk-duduk saja setelah makan siang. Saat saya tanya, jawaban mereka, “Lagi kotor.”

Seorang penumpang wanita juga mengeluh bahwa dia sudah tidak betah karena belum mandi di pagi hari.

Ini membuat saya berpikir sebaiknya kita menyimpan peralatan bebersih di dalam tas kecil yang disimpan di kabin.

Di bus ada rak tas terletak menempel pada langit-langit kendaraan. Tas besar/koper disimpan di bagasi, di perut mobil. Tas perlengkapan kebersihan pastinya tidak kita taruh di bagasi. Akan merepotkan kenek atau sopir apabila kita beberapa kali minta tolong diambilkan tas.

Apa isi tas kecil di kabin? Tergantung kebutuhan setiap orang, ya. Namun saya pikir yang pokok adalah pakaian ganti, pakaian dalam, handuk kecil, sikat gigi, odol, sabun serta toilet spray.

Oh ya jangan khawatir dengan kebersihan toilet. Dari semua toilet yang saya datangi cukup terjaga kebersihan dan aromanya.  Kloset, lantai, ember, pintu, lantai dan tempat sampah cukup bersih, bahkan ada yang kering. Saya menggunakan toilet di Terminal Pulo Gebang, Rumah Makan Singgalang Jaya Indramayu, Rumah Makan Utama di Madiun, Rumah Makan Prima di Pasir Putih, Situbondo, dan WC Umum di Pelabuhan Ketapang yang dijaga seorang ibu berkebaya. Ada toilet berbayar dan ada yang tidak berbayar. Kalau berbayar biayanya Rp2.000-Rp3.000, atau suka rela.

Langkah 6: Menjaga Ponsel Tetap On

Di dalam perjalanan jauh, smartphone  diperlukan untuk menunjukkan dokumen perjalanan, berkomunikasi dengan keluarga dan teman, untuk mendokumentasikan perjalanan.

Ada dua hal untuk menjaga ponsel “siap tempur”:

  • Baterai

Pertama pastinya baterai harus tetap penuh. Di bus ada power supply yang terletak di rak tas. Namun letaknya cukup tinggi, setidaknya untuk saya yang tingginya 155 cm. Saya perlu naik ke kursi untuk mencapai rak itu. Tidak semua penumpang perempuan nyaman untuk berdiri di atas kursi, sehingga mereka minta tolong kepada penumpang lelaki untuk memasangkan charger ponsel ke power supply.

Ada restoran yang menyediakan booth untuk power supply, ada yang tidak. Kalaupun kita bisa “nyolokin HP”, kita harus duduk di dekat power supply itu. Belum tentu kan kita beruntung mendapat tempat makan di dekat power supply. Biasanya meja di dekat power suppy menjadi incaran banyak penumpang yang butuh menambah daya HP.

Untuk mengatasi hal itu sebaiknya kita membawa power bank dengan daya penuh. Kapan pun kita perlu menambah daya baterai, kita bisa melakukannya dengan mudah.

 

  • Internet dan Aplikasi

Ponsel wajib memiliki internet. Kita perlu menunjukkan e-ticket dan sertifikat vaksin pada aplikasi Peduli Lindungi. Tindakan yang sat-set-sat-set sangat diperlukan ketika petugas menanyakan dokumen perjalanan kita, untuk menunjukkan bahwa dokumen perjalanan kita lengkap.

Aplikasi  yang wajib ada di ponsel adalah Peduli Lindungi. Saat memasuki pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Gilimanuk (Bali), aplikasi Peduli Lindungi sebaiknya dalam keadaan terbuka agar terlihat sertifikat vaksin. Bisa juga sertifikat itu dibuatkan screenshot, sehingga kita tinggal membuka di galeri.

Aplikasi Traveloka atau agen penjual tiket mana pun perlu ada di ponsel agar kita bisa menunjukkan e-ticket. Tiket elektronik bisa juga dibawa dalam bentuk cetak. Namun saya cenderung menghindari bentuk cetakan karena kurang praktis dan mudah terselip. Di samping itu, saya mencoba menerapkan gaya hidup hijau dengan mengurangi sampah.

Di luar aplikasi wajib, saya punya aplikasi tambahan yang penting untuk saya, yaitu aplikasi peta Waze. Ini sangat pribadi dan terbentuk sejak kecil. Ketika saya kecil, kalau bepergian ke luar kota, ayah saya mengajari saja untuk membaca kilometer yang kami tempuh dengan memperhatikan  batu bata kecil bercat putih di tepi jalan.

Kebiasaan itu menumbuhkan sense of control mengenai keberadaan saya saat bepergian. 

Kini saya tidak perlu mengamati penanda km di tepi jalan. Dengan aplikasi Waze, saya bisamendapatkan data tentang waktu tiba, serta jarak dan waktu tempuh. Di tengah tol yang panjang, saya juga bisa tahu kami tengah melintasi kota atau desa apa. Sekalipun laut tidak terlihat, saya bisa tahu bahwa kami tengah menyisir pantai.

Dalam perjalanan ke Bali itu ada penumpang yang tahu saya aktif membuka Waze sehingga dia selalu bertanya tentang lokasi dan pergeseran jam kedatangan.

Waze saya matikan di saat saya tidur atau bila merasa sudah cukup mendapat informasi.

Langkah 7: Membawa Penghangat

Dari reviu di Youtube saya mendapat info bahwa kita bisa kedinginan di bus. Sekalipun bus memberikan selimut, saya memperkirakan bahwa saya tidak akan nyaman memakai barang milik orang lain. Karena itu saya membawa baju hangat, dan slayer dari wool. Perlengkapan itu cukup membantu saya menutupi leher dan dada, dan menghangatkan kaki.

 

 

 

 

Langkah 8: Siap Belajar

Syarat untuk bahagia naik bus kota Jakarta-Denpasar, khususnya dengan perusahaan bus yang saya naiki, adalah be flexible.  Camkan pada diri bahwa kita sedang bertualang, dan dalam petualangan segala hal bisa terjadi. Jadilah gelas kosong.

Mengapa demikian?

Di tiket tertulis bahwa bus berangkat pukul 12.30. Ternyata, oh ternyata, dari jam ke jam bus tidak datang juga. Setiap kali datang armada bus dari perusahaan tersebut, saya dan penumpang lain ke luar, tetapi kami mendapatkan bahwa bus itu bukan ke Bali. Bus baru datang sekitar pukul 5.

Semula saya kesal dengan servis seperti ini. Saya merasa pihak bus kurang menghargai waktu penumpang. Apalagi tidak ada konter customer service untuk bertanya, ataupun nomor hotline. Sungguh berbeda dengan perusahaan penerbangan ataupun kereta api yang mengedepankan ketepatan waktu. Juga selalu ada permintaan maaf. Di perjalanan ini, tidak ada penjelasan apa pun dari pihak bus, apalagi permintaan maaf.

Lama-kelamaan saya berpikir, betapa ruginya saya kalau terus berkeluh kesah. Saya tidak bisa mengubah perusahaan bus, tapi saya punya kontrol terhadap diri saya. Saya sudah memilih perjalanan dengan bus, jadi saya harus menjalaninya dengan nikmat.

Saya mencoba memahami bahwa iklim di perusahaan bus bukanlah bisnis ala Barat yang sarat dengan ketepatan dan kaku. Perusahaan bus lebih mirip paguyuban yang lentur, dikendalikan oleh alam dan situasi, sekalipun berbayar.

Jadi ketika bus terlambat, calon penumpang perlu memahaminya sebagai hal yang wajar. Seorang penumpang mengatakan, “Siapa tahu sedang diperbaiki. Lebih baik terlambat namun aman.”

Penumpang lain berkomentar bahwa sudah biasa bus kota Jakarta-Denpasar menempuh waktu 24 jam.

Dalam perjalanan kemarin saya bertemu dengan  orang-orang yang sabar dan menerima segala keadaan.

Ya, ngebolang berarti bersinergi dengan gerak alam dan kehidupan.

Biaya Perjalanan

Biaya ini hanya gambaran kasar, karena bisa berbeda untuk setiap orang.

Tiket Jakarta Denpasar = Rp600.000

Air mineral + jajan = Rp50.000

Antigen (bila belum booster) = Rp40.000

Kamar kecil = Rp10.000

Total = Rp700.000

Siap berpetualang?

Mencari Gajah Mada

Mencari Gajah Mada

#1 dari 10 tulisan

 

Mencari Gajah Mada – Gajah Mada perlu dicari? Ya, karena data tentang Gajah sangat sedikit. Agar anak-anak mendapat kejelasan tentang Gajah Mada, ada baiknya kita melakukan riset ke kota Trowulan. 

 

Menc

{

Halo anak-anak Indonesia!

Mungkin kalian pernah mendengar nama Gajah Mada dari nama jalan di kota kalian, atau melihat foto arcanya di buku. Kalian tahu kan bahwa Gajah Mada adalah sosok penting di kerajaan Majapahit? Belum? Tidak apa-apa. Di buku ini kalian akan mengenal bagaimana Gajah Mada menyatukan wilayah-wilayah di Indonesia, bahkan hingga Singapura dan Malaysia.

Keren, ya. Banget. Di balik keberhasilan yang diraihnya, Gajah Mada itu seperti kalian. Dia punya ayah dan ibu, pernah seumuran kalian, punya rumah, punya guru, serta punya teman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.

{

Yuk ke Rumah Gajah Mada!

Gajah Mada punya rumah? Ya pastilah punya. Hanya saja ahli sejarah masih menduga-duga di mana rumah Gajah Mada persisnya. Yang jelas, rumahnya ada di desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 

Yuk kita berkunjung ke desanya, dan mencari tahu di mana rumahnya. Kita kunjungi museum, kita datangi candi-candi Majapahit, dan kita mengobrol dengan penduduk di sana. Dari penjelahan itu mungkin bisa mendapatkan gambaran di mana rumah Gajah Mada.

Mungkin kita bisa menguak masa kecil dan keluarganya, kita pelajari tempat-tempat yang dikunjunginya, dan kita cari tahu mengapa raja-raja Majapahit menyayanginya.

Sepertinya banyak orang menyayangi Gajah Mada, ya. Buktinya dia masih dikenang tujuh abad setelah dia wafat.

Yuk, bertandang ke tempat tinggal Gajah Mada.

Siapkan buku catatan, bawa botol minum. dan siap bersenang-senang.

Tentang Web Ini

Web ini dikelola oleh Endah WS, seorang pendidik dan penulis. Web berisi tulisannya yang dibuat dengan genre naratif, baik tentang catatan perjalanan, catatan kuliner, maupun proyek menulis nonfiksi. 

Proyek Menulis

Proyek Menulis tentang Gajah Mada merupakan bentuk revisi dari tulisan yang disertakan dalam program 30-Day Writing Challenge bersama Empire of Writer, pada tanggal 16 Februari-16 Maret 2022. Dalam progam itu saya menulis teenbio dengan tema Trowulan untuk Anak. Sasaran saya adalah anak SD kelas 4, 5, 6.

Saya merupakan anggota 30DWC Angkatan ke-35, Squad 6.

Tulisan #1 ini saya unggah di hari Rabu 12 Februari 2022.

 

Menulis Puisi Bersama Asqa

Menulis Puisi

Bersama Asqalany

Asqa atau Muhammad Asqalani eNeSTe, guru puisi saya ini seumuran anak saya. Dia lahir 25 Mei 1988. Saya pantas berguru padanya karena prestasinya di bidang puisi. Dia menulis puisis sejak 2006 dan pernah menjadi Pemenang II Duta Baca Riau 2018.

#1

Jumat, 4 Februari 2022

Apa tujuan Anda menulis puisi?

Aku tak Tahu

Aku bukan Gunawan Mohammad
yang menulis dengan njelimet
Juga bukan Joko Pinurbo
yang menulis dengan nakal
Apakah menulis puisi
harus njelimet dan nakal?
Aku tak tahu

** (Okay)

#2

Sabtu, 5 Februari 2022

Buatlah puisi Anda tanpa menggunakan subjek: Aku, Kamu, Dia, Kami, Mereka, Kita, Nya.

Tema Bebas.

Sambiloto

Pahitnya astaghfirullah
Mengguyur permukaan lidah
Menempel di penjuru langit-langit
Air pun tak bisa mengusir
Biarpun mengagetkan
sambiloto tak pernah khianati tubuh yang jadi rumahnya.

*** (Good)

#3

Selasa. 8 Februari 2022

Tulislah:

10 Kata DI (Kata Kerja)
10 Kata DI (Kata Keterangan)

10 Kata KU (Di Awal)
10 Kata KU (Di Akhir)

Bidadari Bulan

Di bawah cahaya bulan kuputar lagu Baju Bulan berulang-ulang di HP-ku.
Kubayangkan yang dirasakan JokPin
saat Oppie Andarista lantunkan puisinya
yang telah digubah jadi lagu.
Jokpin duduk di depan panggung
Tubuhnya seringan kata-kata di puisinya
Tatapannya sedalam makna Baju Bulan

Mungkinkan Joko anak Joko Tarub
dan bidadari bulan?
Kok dia tahu rahasia di balik celana,
di dalam kulkas, di salon kecantikan, di tahun baru, di ranjang
dan di puisi?
Hanya anak pengintip yang jago mengintip

Hidupku terlalu lurus
untuk kutulis jadi puisi jahil
Pikiranku terlalu anta untuk dilirik Oppie musisi kesayanganku

Kalau ada bidadari ditiupkan awan ke bumi
Kujaga dia selama mandi
Kuusir bila ada lelaki
mengambil selendang
yang sudah kuselipkan cita-citaku
untuk dibawa ke langit tinggi

Bulan, cuma satu mimpiku
Kata-kataku jadi denting
Kegelisahanku jadi nada
Puisiku jadi lagu

**(Okay) 

#4

Rabu, 9 Februari 2022

Hari ini manfaatkan dongeng masa kecil Anda sebagai bahan, namun olahlah dengan cara kreatif.

Sepatu yang (Sengaja) Tertinggal

Cindy salkir! tulis Gozal
Cindy menghapus foto cantiknya dari grup kampus
Dia mengumpat
mengapa bukan pangerannya yang berkomentar
Sayang pangerannya tak sempat menemukan sepatu yang tertinggal
karena dia keburu menghapus jejak

**(Okay)

#5

Senin, 14 Februari 2022

Nyalakan imajinasi Anda, tulislah puisi Anda dengan memasukkan 3 kosa kata bikinan Anda, sebuah tempat yang belum pernah ada, dan nama tokoh yang unik.

Kala

Air tak menari
Angin tak main galasin
Senyap
Sudah 1 purnama aku di rumah
Aku rindu pada kantor
Aku sudah sehat

Namun seseorang yang tak kukenal menghampiriku di gerbang

Wai, wawawu Wewi, katanya.
Bahasa apa itu?
Kamu belum tahu? Aku kini pemilik kantor ini, katanya lagi,
dengan suara yang dikeluarkan dari bibir bawah dan gigi atas
Gedung ini mau kurobohkan
supaya jin-jin bisa melahirkan lagi di sini
Kalau kamu masih mau bekerja di sini,
cari tempat di mana pun
Mau planet Ors, Domb atau planet lain

Tapi aku bekerja dari mana?
Rumahku hanya sepetak, tak ada internet
Jangankan ke planet
mau pindah ke IKN, saja tak punya uang

Kalau begitu, kamu saya pecat, katanya

Jangan, BPJS saya baru bisa cair 30 tahun lagi

Terdengar angin berlarian
dan air bergoyang-goyang

#6

Selasa, 15 Februari 2022

Buatlah puisi yang berisi ucapan terimakasih atau apresiasi kepada diri Anda yang telah berhasil melewati banyak masa sulit dalam hidup..

Kepada Kamu 

 

Kepada mata minusku
yang tak mau terpejam di malam hari
terus mengajakku menari

Kepada perut buncitku
yang patuh menerima
apa pun yang kukecap dan kutelan
sekalipun dia harus kerja rodi

Kepada kaki busikku
yang membawaku berkelana
ke tempat berpahala dan berdosa

Kamu, kamu, kamu
Sebanyak ini rumahku

 

#7

Rabu, 16 Februari 2022

Buatlah puisi yang berisi ucapan terimakasih atau apresiasi kepada diri Anda yang telah berhasil melewati banyak masa sulit dalam hidup..

Sirih Gading

Guruku bilang
puisi adalah akar

Dari puisi akan lahir
prosa berdaun rimbun
drama yang menjalar
atau esai tegak menjulang

Tapi aku sirih gading
yang hanya punya prosa daun

Puisi akarku akan lahir
bila air menyapaku

****Bagus

#8

Kamis, 17 Februari 2022

Ganti judul puisi di bawah ini, buatlah puisi 14 baris, pakailah minimal 3 kata yang tersedia

Lala

gema
gua
dalam
dirimu
yang
mengaku
hampa
menangis
dalam
nyayi
teletubbies
yang
sedang
sakit

Cacing Tanah

Tubuh kaku berpeluk tanah itu
Terlahir sebagai lelaki
dan mati sebagai lelaki
Namun sepanjang hidupnya
dalam tubuhnya bergema suara perempuan
Bagi cacing jenis kelamin itu seperti puisi
Tidak usah dimengerti tapi dijalani
Tugas hidup cacing sebagai jantan sekaligus betina
Juga sebagai pembujuk tubuh kaku
untuk masuk ke lorong guanya
sedikit demi sedikit tanpa sakit
terlumat dalam nyanyian usus panjangnya
hingga terlahir menjadi
sosok baru
tanpa kelamin

****Bagus

#9

Jumat, 18 Februari 2022

Buka Google. Baca puisi-puisi Muhammad de Putra. Tulis puisi Anda yang terinspirasi dari sana.

Pohon Bambu

Raihlah pucuk batang bambu
dengan lantunkan nada tertinggimu

Kuaklah rahasia bonggol bambu
dengan tukikkan nada terendahmu

Hitunglah tebaran daun bambu kering
dengan tuliskan puisi sebanyak lelahmu

***Good

#10

Senin, 21 Februari 2022

Cari tahu segala misteri, mitos, atau fakta tentang angka 13. Tuliskan ke dalam puisi Anda.

13

Di teras lantai 13 Apartemen Putih
perempuan berbaju tidur
menunggu awan tumpahkan hujan
Hanya hujan yang dapat menolong
mengenyahkan suara-suara
yang membangunkannya dari tidur
mengancam dengan kutukan
dan sumpah serapah sial
Dalam sapaan subuh sekali lagi perempuan berhati hampa itu
mencari awan yang belum juga terlihat
Lalu menatap suara berisik
memaki di bawah sana
Dia melompat untuk hentikan
suara yang dibencinya
Suara pun stop
Azan berkumandang
Awan hujamkan hujan
kafani tubuh kaku dalam genangan merah

***Bagus

 

#11

Senin, 28 Februari 2022

Lihat benda-benda di sekitar Anda.Buat mereka seperti manusia, sebab tanpa itu, mereka tidak perlu capek-capek Anda tulis ke dalam puisi.

Buku Tua

Aku mendengar kegelisahan seorang lelaki di malam-malam sunyi 1945

Aku membaca angan di balik rambut masainya
tentang perlunya tokoh kuat pemersatu Nusantara

Aku melihat orang terpana
menganggap ciptaan lelaki pemimpi itu seperti nyata

Aku mengantar arkeolog dan sejarawan
mengorek-ngorek tanah di Trowulan
mencari pembuktian adanya Gajah Mada

Aku menyaksikan lahirnya cucu-cucuku, berupa ratusan tulisan tentang Majapahit

Namun aku mencium ketidakpuasan karena kepastian tentang Gajah Mada belum juga ada

Biarlah, aku akan menyimpannya dalam sepi
seperti ketika lelaki gelisah itu menciptakanku

****Bagooos 👏👏

 

Rumi 29

Belajar Rumi

Hari Ke-29

 

REFERENSI

Rumi's Secrets

HB Jassin

RUMI DAYLIGHT

Camille & Kabir Helminski

God has scattered that light over spirits,
the fortunate have held up their skirts;
And he, having gained that scattered largesse of light,
has turned his face away from all except God.
Whosoever has lacked a skirt of love
is left without share in that scattered largesse of light

Masnawi I, 760-2

Pakaian sebagai Metafora

Metafora adalah kata kiasan yang menggunakan simbol untuk menjelaskan hal A metaphor is a figure of speech which expresses the unfamiliar in terms of the familiar. In most instances, a common, usually physical object is used to illustrate a more abstract or less familiar idea or concept. There is an implied comparison between the two, but this comparison does not always use the words like or as. An example of this is the statement “my father is my rock.” Most people easily understand this to mean that the father is strong, is consistent, is a place of safety, etc. Only the most insanely literal person would take this statement to mean that the father is an actual piece of granite or limestone.

kalau saja tahu Sumedang itu  tahu

akan terhidang di rumah makan Padang

ia takan cukup berani meradang

dalam gulai cumi isi tahu

dikocok bersama telur dan daun bawang

 

tetapi tahu tetap saja tahu

walau suka pergi jauh merantau ke mana-mana   

ia tak kan pernah mau cerita

tentang penderitaan tersesat di dalam perut cumi

 

sementara kamu diam-diam mencatat

pelanggan yang tak henti setiap makan siang

minta dihidangkan gulai cumi isi tahu

dengan bahasa Padang logat Sunda

 

(Eddie MNS Soemanto)

Setuju bahwa puisi karya penyair bernama Jawa ini lucu? Toss, yuk! Puisi itu berjudul “Gulai Cumi Isi Tahu” yang mengisahkan penderitaan tahu Sumedang di perut cumi. Cumi itu menjadi favorit pelanggan yang  berbahasa Padang logat Sunda. Penjualnya pun bersukacita karena hidangan itu laris manis.

Penyatuan gulai Padang dan tahu Sumedang menjadikan warung itu sah menjadi rumah makan Padang yang dimiliki orang Sunda. 

Catatan

Di Balik “Belajar Rumi”

Tentang Belajar Rumi

Tentang “Belajar Rumi” adalah jurnal berdasarkan sajak di buku Rumi’s Daily Secrets dan Rumi Daylight.

Apakah jurnal ditulis setiap hari?

Cita-citanya begitu, namun ternyata untuk menyelesaikan satu tulisan perlu waktu beberapa hari.

Apa yang ditulis di dalam jurnal?

Setelah hari ke-24 saya mendapatkan diri saya berproses. Semula saya menulis refleksi sajak dalam kehidupan saya, kemudian saya menulis pengamatan saya terhadap sekeliling yang relevan dengan sajak Rumi. Terakhir saya menulis tentang sajak Rumi sebagai inspirasi menulis puisi. Mungkin karakter penulisan saya akan berubah lagi, Wallahu alam. Ini menunjukkan betapa lenturnya pemikiran Rumi. 

Apakah Rumi relevan untuk kehidupan masa kini?

Yes. Definitely.

Itulah mengapa penulisan saya beralih menjadi gagasan penulisan puisi. Hari gini menulis puisi? Jangan salah. Orang sekarang cenderung membuat tulisan pendek. Entah itu status di WA atau caption di Instagram dan Tiktok. Dengan mempelajari Rumi, mungkin tulisan pendek itu akan lebih bermakna? Semoga! 

Kok Bersemangat banget, siapa teman diskusimu?

Sosok yang mengajak saya membaca sajak harian Rumi adalah Ibu Widarti Gunawan, Setiap hari kami membahas diksi atau pesan sajak yang dibaca hari itu. Cukup seru. Kadang kami bingung, kadang kami lelah, kadang kami menemukan hal baru dan seolah berteriak “Eureka”. Apa pun, kami terus maju.

Tentang Rumi, Helminski & Jassin

Jalaludin Rumi

Rumi (1207-1273) adalah penyair, ulama dan sufi. Dia lahir di Afghanistan, namun kemudian hidup berpindah tempat mengikuti ayahnya, dan akhirnya mukim di Turki hingga akhir hayat.

Dua sosok yang membentuk Rumi menjadi penyair dan sufi adalah ayahnya dan mentornya, Shams-i- Tabrizi. Pengaruh kedua orang itu mengasah Rumi dalam  menorehkan puisi keilahian yang dibalut dengan dongeng, deskripsi alam,  dan kisah. Puisi-puisi Rumi menembus batas wilayah, waktu dan agama.

Hingga akhir hayatnya Rumi menulis puisi yang dihimpun dalam enam jilid buku berjudul Masnawi. 

Camille & Kabir Helminski

Camille dan Kabir Helminski adalah pasangan suami istri yang mengelola The Threshold Society of Santa Cruz, California. Lembaga nirlaba itu mengkaji dna memberikan pelatihan tentang sufisme. Kabir menulis banyak buku tentang sufisme dan Rumi.

Buku Rumi Daylight berisi 365 sajak untuk inspirasi harian yang diambil dari Masnawi I dan II.

 

 HB Jassin

Hans Bague Jassin (1917-2000) dikenal sebagai tokoh kritikus sastra dan penulis cerpen dan puisi.

Ketertarikannya pada agama terlihat dari karyanya, Bacaan Mulia, yang merupakan terjemahan Al Quran.

Menjelang akhir hayatnya Jassin menerjemahkan Rumi Daylight, karya Camille & Kabir Helminski. Naskah Jassin belum selesai utuh saat Jassin wafat. Sahabatnya, Ali Audah, merapikan naskah itu hingga bisa diterbitkan.

 

× Hubungi saya